Kamis, 14 Mei 2009

tanpa judul 3.

Jemari itu bergelitik berderu tangis
Api menyala tertutupi amukan ibu
Bergerak dan menggeliat
Jemari itu tak kapok-kapok di pukuli
Tengkorakpun ikut bernyanyi
Mengatakan “just wanna love you
Terbahaklah telinga
Jemari tak memperdulikan
Dengan lahap mulut menyergap bibir tangan
Mengharap puasnya nafsu
Bergelut dalam ucap
Jemari terdiam
Telinga mesi terbahak, bahkan semakin keras .
Alah, kerusuhan lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar